Hukum Salam kepada Orang yang Sedang Buang Hajat

mengucapkan salam di wc
unsplash
jubah akhwat murah

Hukum Salam kepada Orang yang Sedang Buang Hajat

Apkh boleh mengucapkan salam kepada org yg sedang di dalam WC?

Jawaban:

Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalam’ala Rasulillah wa ba’du.

Para ulama sepakat, makruh hukumnya mengucapkan salam kepada orang yang sedang buang hajat. Demikian pula menjawabnya.

Sahabat Abul Jahm Al Anshori radhiyallahu’anhu mengisahkan,

أَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نَحْوِ بِئْرِ جَمَلٍ ، فَلَقِيَهُ رَجُلٌ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ ، فَلَمْ يَرُدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ ، حَتَّى أَقْبَلَ عَلَى الْجِدَارِ ، فَمَسَحَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ، ثُمَّ رَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ

“Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam datang dari arah sumur Jamal. Kemudian bertemulah seorang laki-laki dan ia ucapkan salam kepada beliau. Namun Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam tidak menjawabnya hingga beliau sampai di dinding. Lalu beliau usap wajahnya dan kedua tangannya, barulah beliau menjawab salam tersebut.” (HR. Bukhori no. 337 dan Muslim no. 369)

Dalam hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma juga dikisahkan,

أَنَّ رَجُلًا مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبُولُ ، فَسَلَّمَ ، فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ

Ada seorang melewati Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam sementara ketika itu beliau sedang buang air kecil. Kemudian orang itu mengucapkan salam kepada beliau, Nabi pun tidak menjawabnya. (HR. Muslim no. 370)

Dari hadis di atas kemudian para ulama menyimpulkan hukum makruh. Di dalam Ensiklopedia Fikih (34/11) terdapat keterangan,

“ذهب المالكية والشافعية والحنابلة إلى كراهة إلقاء السلام على المتغوط , وكره ذلك الحنفية أيضا , قال ابن عابدين : ويراد به ما يعم البول , قال : وظاهره التحريم ” انتهى باختصار .

Mazhab Maliki, mazhab Syafi’i dan mazhab Hambali berpandangan bahwa hukumnya makruh mengucapkan salam kepada orang yang sedang buang hajat. Demikian pula pendapat mazhab Hanafi. Ibnu ‘Abidin menyatakan, “Yang dimaksud adalah semua bentuk buang hajat (BAB / BAK). Beliau bahkan menyatakan, “Yang tampak di pandangan kami hukumnya haram.”

Maka berdasarkan paparan ini, jelaslah mengucapkan salam kepada orang yang sedang buang hajat hukumnya makruh. Dan dampak dari hukum Makruh adalah, bila ditinggalkan berpahala, bila dikerjakan tidak berdosa.

Wallahua’lam bis showab.

Diringkas dari tulisan di situs Islamqa.info

Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori
(Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk AndroidDownload Sekarang !!

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
  • KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989



Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *