Kumpulan Khutbah Jumat 2020 | BersamaDakwah

Kumpulan khutbah jumat 2020


Ada kalanya karena faktor kesibukan, seorang khatib tidak
sempat menyiapkan khutbah Jumat sepenuh waktu. Karenanya perlu disupport dengan
materi-materi khutbah yang aktual dan siap pakai.

Terkadang sudah menyiapkan, namun memerlukan ide
pembanding sesuai dengan apa yang dihadapi umat terkini. Atau tema apa yang lebih
relevan pada waktu-waktu tertentu.

Semoga kumpulan khutbah Jumat 2020 yang disajikan BersamaDakwah
ini bisa menjadi bagian dari solusi. Menjawab kebutuhan sebagian khatib dan
bermanfaat untuk umat. Sebab khutbah Jumat merupakan salah satu sarana dakwah
dan tarbiyah yang cukup efektif karena diikuti hampir seluruh muslim laki-laki
yang telah baligh.

Berikut ini kumpulan khutbah Jumat 2020. Meskipun
sebagiannya ditulis pada tahun sebelumnya, semoga bisa dimanfaatkan dan insya
Allah akan di-update ketika ada posting khutbah Jumat terbaru.

Khutbah Jumat ini menjelaskan tiga sikap muslim menyikapi
musibah, khususnya banjir 2020. Yakni mulai dari sabar, membantu korban banjir,
hingga menjadikannya sarana muhasabah dan introspeksi. Dimulai dengan muhasabah
dan introspeksi tersebut, dilakukan langkah-langkah agar ke depan banjir tidak
semakin besar. Baik langkah spiritual maupun langkah teknis-strategis.

Khutbah ini mengajak kaum muslimin untuk memanfaatkan
setiap momentum sebagai sarana muhasabah. Termasuk ketika pergantian tahun atau
periode tertentu. Dari muhasabah itu kemudian dirumuskanlah resolusi. Resolusi
yang membuat kita menjadi lebih baik, lebih dekat kepada Allah dan lebih
bersiap menghadapi masa depan di akhirat kelak.

Khutbah ini disampaikan Ma’aly Syaikh Sholeh bin Humaid
di Masjidil Haram. Mengambil tema fenomena penyebaran kabar dusta dan
solusinya. Sebab berita dusta (hoax) sangat berbahaya. Dusta juga merupakan
sifat munafik yang harus dijauhi.

Khutbah ini ditulis oleh Ustadz Ahmad Musyafa’, Lc,
M.Pd.I,  Direktur International Aqsa
Institute (IAI) dan Anggota Komite Pembentukan Ikatan Ulama Indonesia Pembela
Al-Quds (IUIPA). Berisi penjelasan mengapa harus membela Masjid Al Aqsa dan
berusaha membebaskannya dari cengkeraman Zionis Israil.

Sesuai temanya, khutbah ini menjelaskan keutamaan bulan
Sya’ban. Mulai dari diangkatnya amal manusia hingga hadirnya nisfu sya’ban.
Juga menjelaskan amal-amal apa yang disunnahkan pada bulan Sya’ban.

Karena disampaikan di bulan Syawal, baru saja selesai
ibadah puasa yang bertujuan membentuk pribadi taqwa, khutbah menjelaskan lima
karakter orang bertaqwa. Yakni gemar berinfak, menahan marah, memaafkan
manusia, suka berbuat baik dan segera bertaubat.

Lima karakter ini diambil dari Surat Ali Imran ayat
133-135. Dengan penjelasan singkat yang diambil dari berbagai tafsir disertai
kisah atau contohnya.

Sesuai judulnya, khutbah ini disampaikan pada bulan
Muharram. Tahun baru hijriyah.

Karenanya ia membahas pentingnya muhasabah. Menjelaskan
tafsir atas firman Allah: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada
Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk
hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
 (QS. Al Hasyr: 18)

Khutbah ini disampaikan pada bulan Safar. Dalam rangka
meluruskan keyakinan sebagian masyarakat yang menganggap Safar sebagai bulan
sial sehingga tidak berani melangsungkan pernikahan, pindah rumah dan
lain-lain.

Khutbah Jumat ini menjelaskan salah satu hadits
Rasulullah yang beliau sampaikan di awal-awal setelah tiba di Madinah. Yakni menyebarkan
salam, membantu orang yang membutuhkan, menyambung silaturahim dan sholat
malam.

Bersumber dari sabda beliau: “Sebarkan
salam/kedamaian, berilah makanan, sambunglah silaturahim, shalatlah di malam
hari ketika orang lain sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan penuh
keselamatan.”
(HR. Ibnu Majah dan Ahmad; shahih)

Khutbah ini menjelaskan tiga peristiwa penting di bulan
Rabiul Awal. Yakni bulan Maulid, tibanya Rasulullah di Madinah, dan wafatnya
Rasulullah. Khutbah ini juga menjelaskan betapa besarnya cinta Rasulullah
kepada umatnya dan mengajak untuk bermuhasabah, bagaimana cinta kita kepada
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Khutbah ini mentadabburi tiga ayat di dalam Surat Al
Hasyr. Yakni ayat 18 hingga ayat 20. Karenanya ia diberi tema “muhasabah
berujung jannah.”

Khutbah kali ini khusus disampaikan di bulan Agustus. Mengambil momentum dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Isinya adalah bagaimana mensyukuri nikmat kemerdekaan.

Demikian kumpulan khutbah Jumat 2020. Meskipun sebagiannya ditulis pada tahun sebelumnya, semoga bisa dimanfaatkan. Dan insya Allah akan di-update ketika ada posting tema berikutnya. [BersamaDakwah]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *