Merenungi 3 Makna al-Asma’u al-Husna

 

Oleh: Nurmaini
Bekasi
Mahasiswa STEI SEBI
maininur168@gmail.com

AL-ASMA’UL-Husna adalah nama-nama yang baik lagi indah yang hanya dimiliki oleh Allah Swt. sebagai bukti keagungan-Nya. Al-Asma’u al-husna diambil dari ayat al-Quran Q.S Taha/20:8 yang artinya Allah Swt. tiada Tuhan melainkan Dia.

Firman Allah Swt. dalam Q.S al-A’raf/7:180

ولله االاسماءالحسن فادعوه بها وذرواالذينيد يلحدون في ا سما ىه سيجزون ما كانوايعملون(١٨٠)

Artinya: “Dan Allah Swt. memiliki asma’ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama-Nya yang baik itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. al A’raf 7:180)

Al-Asma’u al-Husna merupakan amalan yang bermanfaat dan mempunyai nilai yang tak terhingga tingginya. Berdo’a dengan menyebut asma’ul Husna sangat dianjurkan menurut ayat tersebut.

Berikut adalah beberapa makna al-Asma’u al-Husna :

1. Al-Karim

Secara bahasa al-Karim artinya Maha Mulia, Yang Maha Dermawan atau Yang Maha Pemurah. Namun menurut istilah, al-Karim diartikan bahwa Allah Swt. Yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah yang memberikan anugerah atau rezeki kepada semua makhluk-Nya. Firman Allah Swt yang artinya, “Hai manusia apakah yang telah memperdayakanmu terhadap Tuhan Yang Maha Pemurah?” (Q.S al-Infitar:6)

Al-Karim dimaknai maha pemberi karena Allah Swt. senantiasa memberi, tidak pernah terhenti pemberian-Nya. Manusia tidak boleh berputus asa dari kedermawanan Allah Swt. jika miskin dalam harta, karena kedermawanan-Nya tidak hanya dari harta yang di titipkan melainkan meliputi segala hal.

2. Al-Mu’min

Al-Mu’min artinya adalah Maha Pembenar, ketenangan hati, dan aman. Al-Mu’min secara istilah artinya adalah Maha Pemberi rasa aman kepada semua makhluk-Nya, terutama kepada manusia. Dengan begitu hati manusia menjadi tenang. Kehidupan ini penuh dengan berbagai permasalahan, tantangan, dan cobaan.

Jika bukan karena Allah yang memberikan rasa aman dalam hati, niscaya kita akan senantiasa gelisah, takut, dan cemas. Firman Allah Swt dalam al-Quran surat alAn’am 6:82 yang artinya, “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.”

Berdzikir dengan nama Allah Swt al-Mu’min di samping menumbuhkan dan memperkuat keyakinan dan keimanan kita, bahwa keamanan dan rasa aman yang dirasakan manusia sebagai makhluk adalah salah suatu rahmat dan karunia yang diberikan dari sisi Allah Swt.

3. Al-‘Adl

Al-‘Adl adalah Maha Adil. Keadilan Allah Swt bersifat mutlak, tidak dipengaruhi oleh apa pun dan siapa pun. Keadilan Allah Swt juga di dasari dengan ilmu Allah Swt yang Maha Luas sehingga tidak akan mungkin keputusan-Nya itu salah.

Firman Allah Swt dalam al-Quran surat al-An’am 6:115 yang artinya, “Telah sempurnalah kalimat Tuhan (al-Quran sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak akan ada yang dapat mengubah kalimat-kalimatnya dan Dia-lah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.”

Allah Swt maha adil Dia menempatkan semua manusia pada posisi yang sama dan sederajat. Tidak ada yang di tinggikan hanya karena keturunan, kekayaan, atau karena jabatan. Dekat jauh posisi seseorang dengan Allah Swt hanya diukur dari seberapa besar mereka berusaha meningkatkan takwanya. Makin tinggi takwa seseorang, makin tinggi pula posisinya, makin mulia dan dimuliakan oleh Allah Swt, begitu pula sebaliknya.

4. Al-Akhir

Al-Akhir artinya adalah Maha Akhir yang tidak ada sesuatupun setelah Allah Swt Dia Maha Kekal takala semua makhluk hancur, Maha Kekal dengan Kekekalan-Nya. Adapun kekekalan makhluk-Nua adalah kekekalan yang terbatas, sepetri halnya kekekalan surga, neraka dan apa yang ada di dalamnya. Surga adalah makhluk Allah Swt yang diciptakan dengan ketentuan kehendak dan perintah-Nya. Nama ini disebutkan dalam al-Quran surat al-Hadidi 57:3 yang artinya “Dialah yYang Awal dan Akhir Yang Zahir dan yYang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Orang yang meng-Esakan al-Akhir akan selalu merasa membutuhkan Rabb-nya, ia akan selalu mendasarkan apa yang diperbuatnya kepada apa yang telah diterapkan oleh Allah Swt untuk hamba-Nya, karena ia mengetahui bahwa Allah Swt adalah pemilik segala kehendak, hati, dan niat. []

The post Merenungi 3 Makna al-Asma’u al-Husna appeared first on Islampos.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *