/Muslimah, ini 7 Cara Menyelamatkan Bumi dari Sampah Plastik

Muslimah, ini 7 Cara Menyelamatkan Bumi dari Sampah Plastik

MENGGUNAKAN barang yang berbahan plastik telah menjadi kebiasaan lama kita. Alasannya, lebih praktis, mudah ditemukan, dan bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama. Namun beberapa waktu ini, banyak sekali informasi tentang menggunungnya sampah plastik. Permasalahan ini tentu saja berdampak besar bagi lingkungan. Ini nggak hanya terjadi di Indonesia saja.

Sebagai respon banyaknya sampah plastik yang susah untuk diuraikan oleh alam dan butuh waktu lama untuk didaurulang. Maka, banyak himbauan untuk mengurangi pemakaian plastik. Tujuannya agar mengurangi jumlah sampah berbahan plastik. Tentu saja ini menimbulkan respon yang positif. Saat ini muncul benda ramah lingkungan sebagai pengganti dan bisa digunakan sehari-hari.

1 Tas belanja ramah lingkungan

Salah satu langkah mudah untuk mengurangi penggunaan sampah plastik adalah membawa tas belanja sendiri. Bentuk dan ukurannya pun beragam. Selain itu, untuk menemukannya pun nggak susah. Produk lokal pun sudah banyak yang menjual.

Bahannya pun beragam, ada yang dari katun, kertas, kanvas, hingga pemanfaatan karung beras yang sudah nggak terpakai. Bawa setiap kamu akan aktivitas ke luar, walaupun tanpa rencana untuk mampir ke minimarket. Sebab, membawa tas belanja setiap hari akan memudahkan kamu.

2 Sedotan non plastik

Mengganti sedotan berbahan plastik merupakan salah satu upaya untuk mengurangi sampah dan menyelamatkan lingkungan. Sejak itu, mulailah dikenalkan sedotan stainless steel, bambu, bahkan kertas sebagai penggantinya.

Tentu saja ini merupakan langkah yang bagus, bahkan sudah banyak tempat makan dan café menggunakan sedotan ini. Ini bukan barang susah ditemukan, kok. Banyak produk lokal yang memproduksi sedotan seperti ini dengan kualitas yang bagus.

3 Botol minum kaca

Mulai menjadi kebiasaan untuk membawa botol minum sendiri dengan alasan lebih hemat. Tanpa disadari botol yang kamu bawa juga berbahan plastik. Nggak ada salahnya dan belum terlambat menggantinya. Jangan khawatir untuk pecah, sebab botoh kaca yang dijual biasanya ada pelindungnya.

Awalnya memang terasa lebih berat membawanya, tapi botol ini nggak cepat rusak. Uniknya, saat ini ada beberapa café yang menggunakan botol kaca sebagai pengganti gelas plastik kopi mereka. Kalau kamu ingin membawa pulang, tentu ada biaya tambahan.

4 Alat makan dan masak dari kayu

Alat makan di rumah tentu pakai yang berbahan stainless steel. Namun, jika kamu membawa pulang makanan akan diberikan sendok dan garpu plastik. Hal ini bisa kamu sampaikan kalaunggak perlu diberikan sendok. Kamu juga bisa membawa sendok dan garpu sendiri untuk mengurangi hal seperti ini.

Begitu juga untuk peralatan masak di rumah. Saat membeli, pilihlah yang berbahan dasar kayu. Walaupun membutuhkan perawatan lebih agar nggak berjamur, juga bisa melindungi alat masak dari goresan-goresan.

5 Penggantung pakaian

Menggantung pakaian tertentu memang dilakukan agar bentuknya nggak berubah. Namun sayangnya, penggantung pakaian sering berbahan plastik. Walaupun dipakai dalam jangka waktu yang lama, ketika rusak dan dibuang terurainya juga lama.

Sebagai penggantinya, pakailah penggantung pakaian yang terbuat dari kayu. Harganya memang sedikit lebih mahal, tapi bisa membantu untuk menyelamatkan lingkungan. Memang belum mudah ditemukan, tapi kamu bisa cari, kemudian beli secukupnya.

6 Tempat makanan kaca dan stenlis

Membawa tempat makan sendiri untuk beli makanan di luar juga membantu menjaga kebersihan makanan yang kamu beli. Ketika membeli makanan pakai wadah sendiri juga merupakan usaha mengurangi sampah plastik. Memang agak berat dan makan tempat, tapi demi bumi.

Namun, seringkali lupa kalau tempat makan yang dibawa juga berbahan plastik. Nggak ada salahnya perlahan kamu ganti dengan yang berbahan kaca kalau untuk di rumah. Dan, bisa menggunakan yang stainless steel yang lebih ringan jika dibawa ke kampus, sekolah, maupun kantor

7 Plastik kompos

Produk ini memang terlihat seperti plastik, namun sebenarnya bahan yang dipakai berasal dari tumbuhan. Ada yang dari umbi-umbian bahkan buah. Memang nggak bisa lepas seutuhnya dari plastik, tapi kamu bisa menggunakan plastik jenis ini kalau terpaksa. Plastik jenis ini memang lebih mudah untuk terurai.

Namun, bukan berarti kamu bisa seenaknya. Ini juga bisa dipakai beberapa kali. Harganya juga lebih mahal dari plastik yang biasa ditemukan. Jadi, pakailah plastik dengan bahan dasar alami ini dengan bijak.

Mengganti barang dan kebutuhan harian untuk mengurangi sampah plastik memang nggak mudah. Ada baiknya dilakukan secara perlahan. Dan hindari untuk  membandingkan satu dengan yang lainnya mengenai progres ini. []

SUMBER: POPBELA

Sumber