SEBAGIAN BIMBINGAN ALQURAN DAN HADITS NABI TENTANG KEUTAMAAN MEMBERI MAKAN DAN MINUM

Ditulis oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

Dan mereka memberikan makanan yang dia sukai kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan perang (Q.S al-Insan ayat 8)

أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ

Atau memberikan makanan di masa banyak terjadi kelaparan (Q.S al-Balad ayat 14)

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (44)

(Penduduk surga bertanya kepada penduduk neraka) apa yang menyebabkan kalian masuk ke neraka (Saqor)? Mereka (penduduk neraka) berkata: Kami dulu bukan termasuk orang-orang yang shalat. Kami pun tidak memberi makan kepada orang-orang miskin (Q.S al-Muddatstsir ayat 42-44)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

dari Abdullah bin ‘Amr –semoga Allah meridhainya- bahwasanya seseorang bertanya kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam: Manakah (amalan) Islam yang terbaik? Nabi menyatakan: memberikan makanan, mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal (H.R al-Bukhari dan Muslim)

اعْبُدُوا الرَّحْمَنَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَأَفْشُوا السَّلَامَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Beribadahlah (hanya kepada) arRahmaan, berikanlah makanan, sebarkanlah salam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat (H.R atTirmidzi dari Abdullah bin Amr, dishahihkan Syaikh al-Albaniy)

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَغُرَفًا يُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ إِلَيْهِ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هِيَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Sesungguhnya di Surga terdapat kamar-kamar yang bisa terlihat bagian dalamnya dari bagian luarnya, dan bagian luarnya dari bagian dalamnya. Kemudian ada seorang Arab pedalaman yang bertanya: Untuk siapakah kamar-kamar itu, wahai Rasulullah? Nabi bersabda: Itu adalah untuk orang yang baik dalam ucapannya, suka memberi makan, sering berpuasa, serta sholat malam untuk Allah pada saat manusia tidur (H.R atTirmidzi dari Ali, dihasankan Syaikh al-Albaniy)

خِيَارُكُمْ مَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ

Sebaik-baik kalian adalah yang memberikan makanan (H.R Ibnu Abi Syaibah, ad-Dhiyaa’ al-Maqdisiy, dan lainnya, dishahihkan Syaikh al-Albaniy)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah hubungan kekerabatan, shalatlah di waktu malam saat manusia tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat (H.R Ibnu Majah dari Abdullah bin Sallaam, dishahihkan Syaikh al-Albaniy)

« مَا تَصَدَّقَ أَحَدٌ بِصَدَقَةٍ مِنْ طَيِّبٍ – وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ – إِلاَّ أَخَذَهَا الرَّحْمَنُ بِيَمِينِهِ وَإِنْ كَانَتْ تَمْرَةً فَتَرْبُو فِى كَفِّ الرَّحْمَنِ حَتَّى تَكُونَ أَعْظَمَ مِنَ الْجَبَلِ كَمَا يُرَبِّى أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ فَصِيلَهُ ».

Tidaklah seseorang bersedekah dari sesuatu yang baik – dan Allah tidak menerima kecuali yang baik – kecuali arRahmaan (Allah) akan mengambilnya dengan Tangan KananNya. Meskipun itu hanya (sedekah) sebutir kurma. Kemudian akan berkembangbiak di Telapak Tangan arRahmaan hingga menjadi lebih besar dari gunung. Sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak kuda atau anak untanya (H.R Muslim dari Abu Hurairah)

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي عَمَلًا يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ فَقَالَ لَئِنْ كُنْتَ أَقْصَرْتَ الْخُطْبَةَ لَقَدْ أَعْرَضْتَ الْمَسْأَلَةَ أَعْتِقْ النَّسَمَةَ وَفُكَّ الرَّقَبَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَلَيْسَتَا بِوَاحِدَةٍ قَالَ لَا إِنَّ عِتْقَ النَّسَمَةِ أَنْ تَفَرَّدَ بِعِتْقِهَا وَفَكَّ الرَّقَبَةِ أَنْ تُعِينَ فِي عِتْقِهَا وَالْمِنْحَةُ الْوَكُوفُ وَالْفَيْءُ عَلَى ذِي الرَّحِمِ الظَّالِمِ فَإِنْ لَمْ تُطِقْ ذَلِكَ فَأَطْعِمْ الْجَائِعَ وَاسْقِ الظَّمْآنَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنْ الْمُنْكَرِ فَإِنْ لَمْ تُطِقْ ذَلِكَ فَكُفَّ لِسَانَكَ إِلَّا مِنْ الْخَيْرِ

Dari al-Baraa’ bin ‘Aazib ia berkata: Seorang Arab Badui datang menemui Nabi shollallahu alaihi wasallam dan ia berkata: Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku suatu amalan yang bisa memasukkan aku ke dalam surga. Nabi bersabda: Ucapanmu ringkas namun berisi pertanyaan yang banyak. Memerdekakan jiwa dan membebaskan dari perbudakan. Orang itu berkata: Bukanlah itu dua hal yang sama? Nabi bersabda: Tidak. Memerdekakan jiwa adalah engkau sendiri yang membuatnya merdeka (terlepas dari perbudakan). Sedangkan membebaskan dari perbudakan adalah engkau membantu agar ia terlepas dari perbudakan. dan meminjamkan unta atau kambing yang banyak susunya untuk diambil susunya. Demikian juga (termasuk amalan menuju surga) adalah mengembalikan (kebaikan) kepada kerabat dekat yang bersikap zhalim. Jika engkau tidak mampu melakukan hal itu, berikanlah makan kepada orang yang kelaparan dan berikanlah minum kepada orang yang kehausan. Perintahkan kepada yang ma’ruf (kebaikan) dan laranglah dari kemunkaran. Jika engkau tidak mampu melakukan hal itu, tahanlah lisanmu kecuali (mengucapkan) kebaikan (H.R Ahmad, dishahihkan Syaikh Muqbil dalam al-Jami’us Shahih Mimmaa Laysa fis Shahihain)

Dalam hadits Qudsi dinyatakan:

يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِى. قَالَ يَا رَبِّ وَكَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ. قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّهُ اسْتَطْعَمَكَ عَبْدِى فُلاَنٌ فَلَمْ تُطْعِمْهُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِى يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِى. قَالَ يَا رَبِّ كَيْفَ أَسْقِيكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ قَالَ اسْتَسْقَاكَ عَبْدِى فُلاَنٌ فَلَمْ تَسْقِهِ أَمَا إِنَّكَ لَوْ سَقَيْتَهُ وَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِى

(Allah berfirman) Wahai anak Adam, aku meminta makan kepadamu, tapi engkau tidak memberiku. Orang itu berkata: Wahai Rabbku, bagaimana aku bisa memberikan makan kepadaMu, sedangkan Engkau adalah Rabb (Tuhan) semesta alam? Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa hambaKu fulaan meminta makan kepadamu tapi engkau tidak memberinya makan? Tidakkah engkau tahu jika engkau memberikan makanan kepadanya, niscaya engkau akan dapati (pahalanya) itu di sisi-Ku? Wahai anak Adam, aku meminta minum kepadamu tapi engkau tidak memberi? Orang itu berkata: Wahai Rabbku, bagaimana aku bisa memberikan minuman kepadaMu sedangkan Engkau adalah Rabb (Tuhan) semesta alam? Allah berfirman: hambaKu fulaan meminta minuman kepadamu tapi engkau tidak memberikan minuman kepadanya. Tidakkah (engkau tahu) bahwa jika engkau memberi minuman kepadanya, niscaya engkau akan dapati (pahalanya) itu ada di sisiKu (H.R Muslim dari Abu Hurairah)

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ، وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang (lain). Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kebahagiaan yang dimasukkan kepada seorang muslim, atau menghilangkan kesusahannya, atau melunasi utangnya, atau menghilangkan kelaparan padanya (H.R atThobaroniy dari Ibnu Umar, dihasankan Syaikh al-Albaniy)

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا سَقَى امْرَأَتَهُ الْمَاءَ أُجِرَ

Sesungguhnya seorang laki-laki jika memberikan air minum kepada istrinya, ia akan mendapatkan pahala (H.R atThobaroniy dari al-Irbadh bin Sariyyah, dihasankan oleh Syaikh al-Albaniy)

عَنْ سُرَاقَةَ بْنِ جُعْشُمٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ضَالَّةِ الْإِبِلِ تَغْشَى حِيَاضِي قَدْ لُطْتُهَا لِإِبِلِي فَهَلْ لِي مِنْ أَجْرٍ إِنْ سَقَيْتُهَا قَالَ نَعَمْ فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ حَرَّى أَجْرٌ

Dari Suroqoh bin Ju’syum ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam tentang unta yang terlepas masuk daerah tempat minumku yang sebenarnya aku buatkan untuk untaku. Apakah aku mendapatkan pahala jika aku beri minum dia (unta yang terlepas itu)? Nabi bersabda: Ya. Pada setiap yang memiliki hati yang panas (setiap makhluk hidup) terdapat pahala (jika berbuat baik kepadanya)(H.R Ibnu Majah, dishahihkan Syaikh al-Albaniy)

عَنْ سَعِيدٍ أَنَّ سَعْدًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْجَبُ إِلَيْكَ قَالَ الْمَاءُ

Dari Said bahwasanya Sa’ad (bin Ubadah) datang menemui Nabi shollallahu alaihi wasallam dan berkata: Sedekah apakah yang paling menakjubkan bagi anda (paling anda sukai)? Nabi bersabda: Air (H.R Abu Dawud, dihasankan Syaikh al-Albaniy)

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *