/Wahai Para Murabbi, Jadilah Seperti Sherpa

Wahai Para Murabbi, Jadilah Seperti Sherpa

sherpa
Tenzing Norgay dan Edmund Hillary (Youtube)


Tenzing Norgay adalah seorang pemandu pendaki gunung asal
Nepal. Dialah yang mendampingi Edmund Hillary menaklukkan puncak gunung
Everest.

Usai menempuh perjalanan berat selama berhari-hari,
sampailah Tenzing Norgay dan Edmund Hillary di puncak gunung tertinggi di dunia
itu.

“Anda seorang sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya
posisi Anda di depannya. Bukankah seharusnya Andalah orang pertama yang menginjakkan
kaki di puncak gunung Everest?” tanya wartawan ketika mewawancarai Tenzing
Norgay.

Sherpa adalah salah satu suku yang hidup di lereng
pengunungan Himalaya dan banyak menjadi pemandu pendakian. Tenzing Norgay,
salah satunya. Namun kini istilah sherpa telah digunakan untuk para pemandu
pendakian dari suku mana pun.

“Ya benar,” jawab Tenzing Norgay. “Saat selangkah lagi
mencapai puncak, saya persilakan Edmund Hillary untuk menjejakkan kakinya dan
menjadi orang pertama yang berhasil menaklukkan gunung tertinggi di dunia.”

“Mengapa Anda melakukan itu?”

“Sebab itu bukan impian saya. Impian saya adalah berhasil
mengantarkannya meraih impiannya.”

Wahai para murabbi. Jadilah para pemandu di jalan dakwah
ini. Jadilah seperti sherpa yang mendampingi para pendaki mencapai puncak
tertinggi. Antarkan para mutarabbi meraih impiannya.

Jalan murabbi adalah jalan sunyi. Tetapi ia keniscayaan
yang dibutuhkan dalam dakwah. Dan biarlah jalannya tetap sunyi, namun dunia akan
melihat hasilnya serta merasakan buahnya.

Jalan murabbi tak perlu publikasi. Bahkan menjadi murabbi
tak perlu diketahui. Seperti membangun pondasi sebuah gedung bertingkat,
prosesnya ditutup rapat. Setelah gedung meninggi, barulah tutup itu dibuka dan
orang-orang bisa melihat betapa kokoh bangunannya.

Mungkin tidak banyak yang mengenal Syaikh Aaq Syamsuddin.
Namanya tidak sepopuler Muhammad Al Fatih. Namun dialah murabbi dan sherpa bagi
penakluk Konstantinopel itu. Bahkan saat Muhammad Al Fatih hampir putus asa
karena benteng Konstantinopel tetap kokoh setelah puluhan hari diserang, Syaikh
Aaq Syamsuddin-lah yang memotivasi dan menginspirasinya untuk terus berjuang
dan kemudian berujung kemenangan gemilang.

Mungkin tidak banyak yang mengenal Ahmad Hassan. Dialah ayah sekaligus murabbi bagi Abul A’la Al Maududi. Melalui tarbiyahnya, Al Maududi tumbuh menjadi pribadi religius dan mencintai Islam. Melalui tarbiyahnya, Al Maududi memiliki semangat juang. Hingga akhirnya ia menjadi salah satu tokoh pembaharu Islam di Pakistan.

Demikianlah jalan murabbi. Jalannya sunyi dengan ikhlas sebagai sumber energi. Keberhasilannya adalah ketika mutarabbinya mencapai keberhasilan. Kesuksesannya adalah ketika mutarabbinya menggapai kesuksesan. Menjadi rijalud dakwah, rijalul ummah, bahkan rijalud daulah. Sedangkan murabbi itu tak peduli popularitasnya sendiri. Karena ketika ia ikhlas, pahalanya telah pasti. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

Sumber