Wali Nikah

PERNIKAHAN adalah cara yang telah difasilitasi oleh agama untuk manusia dalam memenuhi kebutuhan biologisnya. Pernikahan tersebut memiliki komponen-komponen yang harus dipenuhi agar menjadi sah. Salah satu komponen yang harus dipenuhi adalah adanya wali nikah yang menikahkan kedua pelah pihak.

BACA JUGA: Tolok Ukur Seseorang Siap Menikah

Berikut adalah daftar urutan kerabat yang berhak menjadi wali nikah bagi mempelai perempuan, sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam kitab Al Fiqh Al Manhaji Ala Madzhab Al Imam Al Syafii:

Pertama, bapak

Kedua, kakek dari bapak.

Ketiga, saudara laki-laki sekandung

Keempat, saudara sebapak

Kelima, anak saudara laki-laki sekandung (keponakan)

Keenam, anak saudara laki-laki sebapak

Ketujuh, saudara kandung bapak (paman/pakde)

Kedelapan, saudara bapak yang satu ayah (paman/pakde)

Kesembilan, anak laki-laki dari paman kandung

Kesepuluh, anak laki-laki dari paman sebapak

BACA JUGA: Belajar Mencintai Setelah Menikah

Dan saudara laki-laki seterusnya. Jika tidak ada yang dapat dijadikan wali nikah, maka kadi/hakim-lah yang berhak menjadi wali. Sebagaimana hadis dari riwayat Aisyah r.a. Rasulullah SAW bersabda:

فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهُ

“Sultan (pemimpin/hakim) adalah wali bagi yang tidak memiliki wali.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi dan Sunan Ibnu Majah). Wallahu’alam. []

SUMBER: BINCANGMUSLIMAH

The post Wali Nikah appeared first on Islampos.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *